RIWAYAT KABUPATEN BONE. Bone dahulu disebut TANAH BONE. Berdasarkan LONTARAK bahwa nama asli Bone adalah PASIR, dalam bahasa bugis dinamakan Bone adalah KESSI (pasir). Dari sinilah asal usul sehingga dinamakan BONE. Adapun bukit pasir yang dimaksud kawasan Bone sebenarnya adalah lokasi Bangunan Mesjid Raya sekarang letaknya persis di Jantung
Selain terdapat rumah adat khas Suku bugis, juga terdapat berbagai jenis rumah adat khas suku lainnya yaitu : Rumah adat Bugis diberi nama “Sao Mario”, Rumah adat Mandar dengan nama “Boyang Mario”. Rumah adat Makassar “Balla Mario”. Rumah adat Toraja “Tongkonan Mario” dan Rumah Lontar dengan nama “Lontara Mario“. 4.
Pada abad ke-16 dan 17 terjadi persaingan antara Kerajaan Makassar (Gowa Tallo) dengan Kerajaan Bugis (Bone, Wajo dan Soppeng) yang membentuk aliansitellumpoccoe untuk membendung ekspansi Gowa. Aliansi ini kemudian pecah saat Wajo berpihak ke Gowa dengan alasan Bone dan Soppeng berpihak ke Belanda.
Nama Bugis paling cocok untuk nama tengah. Misal seperti Baderudin Bugis, Sukriadi Bugis, Supardi Bugis, Baharudin Bugis, Alvhiansyah Bugis, dll. Di indonesia, paling banyak ada di Kebumen. Jika nama Bugis, maka orang ini emosional. Ia adalah orang yang berani namun ramah. Ia senang menerima hadiah sebagai ekspresi dari orang yang dicintainya.
Halaman-halaman lainnya. Semua halaman dengan kata Bugis. Semua halaman dengan judul mengandung kata Bugis. Halaman disambiguasi ini berisi artikel dengan judul yang sering dikaitkan dengan Bugis. Jika Anda mencapai halaman ini dari sebuah pranala internal, Anda dapat membantu mengganti pranala tersebut ke judul yang tepat.
Nama Rumah. Rumah Panggung Kayu sebenarnya dibagi lagi menjadi dua jenis berdasarkan status sosial orang yang tinggal di rumah itu. Rumah Saoraja ( Sallasa) adalah rumah besar yang merupakan tempat tinggal keturunan raja atau kaum bangsawan. Kalau rumah yang ditempati oleh rakyat biasa disebut Bola.
Fakta Rumah Adat Bugis Photo by D.Ibrahim Dg Mapadeng / Twitter. Tidak seperti kebanyakan jenis rumah adat yang ada di Indonesia lainnya, Bugis memiliki macam bentuk dan nama sesuai dengan tingkatan sosial pemiliknya. Fakta ini menjadi satu yang unik dan jarang diketahui oleh orang banyak.
Menurut Mattulada, religi orang Bugis masa Pra-Islam seperti tergambar dalam Sure La Galigo, sejak awal telah memiliki suatu kepercayaan kepada suatu Dewa (Tuhan) yang tunggal, yang disebut dengan beberapa nama : PatotoE (Dia yang menentukan Nasib), Dewata SeuwaE (Dewa yang tunggal), To-Palanroe (sang pencipta) dan lain-lain.
Bugis Indonesia dapat dibezakan dengan Melayu Bugis ialah melalui nama mereka. Nama nama Bugis di antaranya ialah seperti Bachok, Ambok, Beche, Beddu, Bula, Bolong, Patawari, Mapiase dan Picho. Namun, anak anak mereka sudah tidak lagi menggunakan nama nama Bugis sebaliknya menggunakan nama nama Melayu seperti masyarakat Melayu tempatan.
. gniapo883u.pages.dev/279gniapo883u.pages.dev/14gniapo883u.pages.dev/244gniapo883u.pages.dev/491gniapo883u.pages.dev/491gniapo883u.pages.dev/336gniapo883u.pages.dev/352gniapo883u.pages.dev/351
nama nama orang bugis bone