KomodorNurtanio Pelopor Industri Dirgantara Indonesia Yang Terlupakan. Militer.ID - Dunia dirgantara Indonesia pernah berduka dengan hilangnya sosok Laksamana Muda Udara (Anumerta) Nurtanio Pringgoadisuryo, yang merupakan seorang perintis industri dirgantara Indonesia. Dirinya meninggal pada tanggal 21 Maret 1966, ketika sedang memiloti NC212i menjadi pesawat yang dimaksud dan dipesan oleh Thailand yang mana permintaannya sudah diajukan pada tahun 2020 lalu. Tentu, pembuat dari pesawat yang dimaksud adalah satu-satunya perusahaan pesawat terbang yang ada di Indonesia, yakni DIrgantara Indonesia (PTDI). Lebih detail, pesawat NC212i yang dimaksud kabarnya akan digunakan oleh
Perusahaanperawatan, perbaikan dan overhaul (maintenance, repairs and overhaul/MRO) pesawat asal Malaysia, AIROD Sdn Bhd, mengincar potensi bisnis MRO jangka panjang senilai US$ 300 juta atau setara dengan Rp 4,52 triliun (asumsi kurs Rp 15.095) dengan PT Dirgantara Indonesia atau PTDI.Mengutip The Malaysia Reserve, Sabtu (4/2), potensi besaran kerja sama ini diutarakan setelah kedua
Pesawatbuatan Indonesia N219 melakukan uji coba terbang pada 16 Agustus 2017. Jawa Barat 16 Agu 2017 12:31 Curahan Hati Pilot Perempuan yang Terbangkan Pesawat N219 Pertama. Pesawat N219 merupakan karya anak bangsa terbaru yang bernaung di PT Dirgantara Indonesia (DI). Ekonomi 09 Mar 2017 08:30
JugaIAMSA bersiap membangun jaringan perbaikan dan perawatan pesawat N219 di daerah. Potensi ekonomi langsung dan tidak langsung akan sangat besar dirasakan nantinya, baik dari sisi ekonomi daerah maupun secara makro. Perolehan sertifikasi tipe N219 ini merupakan capaian besar dalam meraih optimisme kebangkitan teknologi dirgantara Indonesia.
JAKARTA Masyarakat Indonesia merasa bangga karena Pesawat CN235 produksi PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PT DI, telah mendunia. Banyak negara memesan pesawat yang diproduksi sejak tahun 1980-an ini. Dilansir dari Kompas.id, Kamis (3/2/2022), Pesawat CN235 merupakan kerja sama antara PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN), yang merupakan nama PT DI sebelumnya, dengan
PT Dirgantara Indonesia (PT DI) belum lama ini mengirimkan satu unit helikopter Super Puma NAS-332 C1+ pesanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan pengguna akhir TNI Angkatan Udara.. Direktur Niaga PT DI Ade Yuyu Wahyuna mengatakan, helikopter Super Puma NAS-332 C1+ akan dioperasikan Skuadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja, Bogor. PTDirgantara Indonesia telah mengepakkan sayapnya ke luar negeri. Sejumlah pesawat produk Dirgantara Indonesia (DI) telah mulai diakui kualitas dan keunggulann kehadiran N 219 sebagai pesawat perintis pun menjadi solusi. Oleh karenanya, N219 memiliki potensi besar dipasarkan ke daerah-daerah seperti Sumatera dan Papua juga luar negeri Pesawatpesawat buatan anak negeri tak hanya diminati institusi Tentara Nasional Indonesia ( TNI) atau penerbangan dalam negeri saja, namun juga mencangkup sejumlah negara. Keberhasilan ini tentu tak lepas dari upaya manajemen PT Dirgantara Indonesia (DI) yang ingin menciptakan pesawat-pesawat modern agar diminati pasar dunia. .
  • gniapo883u.pages.dev/440
  • gniapo883u.pages.dev/5
  • gniapo883u.pages.dev/287
  • gniapo883u.pages.dev/259
  • gniapo883u.pages.dev/88
  • gniapo883u.pages.dev/354
  • gniapo883u.pages.dev/337
  • gniapo883u.pages.dev/90
  • pesawat perintis n219 buatan pt dirgantara indonesia yang berukuran