JugaIAMSA bersiap membangun jaringan perbaikan dan perawatan pesawat N219 di daerah. Potensi ekonomi langsung dan tidak langsung akan sangat besar dirasakan nantinya, baik dari sisi ekonomi daerah maupun secara makro. Perolehan sertifikasi tipe N219 ini merupakan capaian besar dalam meraih optimisme kebangkitan teknologi dirgantara Indonesia.
JAKARTA Masyarakat Indonesia merasa bangga karena Pesawat CN235 produksi PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PT DI, telah mendunia. Banyak negara memesan pesawat yang diproduksi sejak tahun 1980-an ini. Dilansir dari Kompas.id, Kamis (3/2/2022), Pesawat CN235 merupakan kerja sama antara PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN), yang merupakan nama PT DI sebelumnya, dengan
PT Dirgantara Indonesia (PT DI) belum lama ini mengirimkan satu unit helikopter Super Puma NAS-332 C1+ pesanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan pengguna akhir TNI Angkatan Udara.. Direktur Niaga PT DI Ade Yuyu Wahyuna mengatakan, helikopter Super Puma NAS-332 C1+ akan dioperasikan Skuadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja, Bogor.
PTDirgantara Indonesia telah mengepakkan sayapnya ke luar negeri. Sejumlah pesawat produk Dirgantara Indonesia (DI) telah mulai diakui kualitas dan keunggulann kehadiran N 219 sebagai pesawat perintis pun menjadi solusi. Oleh karenanya, N219 memiliki potensi besar dipasarkan ke daerah-daerah seperti Sumatera dan Papua juga luar negeri
Pesawatpesawat buatan anak negeri tak hanya diminati institusi Tentara Nasional Indonesia ( TNI) atau penerbangan dalam negeri saja, namun juga mencangkup sejumlah negara. Keberhasilan ini tentu tak lepas dari upaya manajemen PT Dirgantara Indonesia (DI) yang ingin menciptakan pesawat-pesawat modern agar diminati pasar dunia.
.