DistribusiPenyinaran Matahari Untuk melengkapi kegiatan pengukuran, lakukan pengamatan cuaca dan pengukuran beberapa parameter cuaca, seperti: intensitas matahari, suhu udara, dan kelembaban udara. Jumlah energi matahari yang jatuh pada permukaan bumi selama selang waktu pengukuran dapat dihitung dengan rumus: E= H .∆t (kWh/m2) 60
PembahasanMatahari dan bumi sama-sama berputar pada porosnya, namun proses penyinaran matahari terhadap bumi tetap berlangsung. Karena bentuk bumi yang bulat, maka tidak semua permukaan di bumi mendapatkan panas dan sinar yang sama. Faktor-faktor yang memengaruhi banyaknya panas yang diterima oleh permukaan bumi adalah bentuk permukaan bumi yang bulat, luasnya daratan karena daratan yang lebih luas akan lebih sedikit menerima panas matahari dariapda luas daratan yang lebih sempit, lamanya penyinaran pun akan memengaruhi banyaknya panas yang diterima dan sudut datang sinar mathaari akan memengaruhi banyaknya panas yang dierima. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah opsi dan bumi sama-sama berputar pada porosnya, namun proses penyinaran matahari terhadap bumi tetap berlangsung. Karena bentuk bumi yang bulat, maka tidak semua permukaan di bumi mendapatkan panas dan sinar yang sama. Faktor-faktor yang memengaruhi banyaknya panas yang diterima oleh permukaan bumi adalah bentuk permukaan bumi yang bulat, luasnya daratan karena daratan yang lebih luas akan lebih sedikit menerima panas matahari dariapda luas daratan yang lebih sempit, lamanya penyinaran pun akan memengaruhi banyaknya panas yang diterima dan sudut datang sinar mathaari akan memengaruhi banyaknya panas yang dierima. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah opsi b.
Faktorklimatik yaitu faktor iklim yang meliputi suhu, sinar matahari, kelembapan, angin, dan curah hujan. a. Suhu dan Sinar Matahari Sumber panas bagi bumi dan planet-planet lainnya dalam sistem tata surya (solar system) adalah energi matahari.Matahari merupakan bintang yang letaknya paling dekat dengan bumi. Sebagai bintang, matahari dapat memancarkan cahayanya sendiri yang bersumber dari pembentuknya yaitu hidrogen dan helium. Matahari merupakan obyek yang berukuran paling besar di tata surya kita, dan merupakan pusat dari tata surya. Benda-benda langit seperti planet di tata surya dan komet berputar mengelilingi matahari dalam orbitnya dan dalam jangka waktu tertentu, bergantung kepada kecepatan dan jaraknya dari merupakan planet ketiga yang terdekat ke matahari. Jarak dari bumi ke matahari yaitu sekitar 149,6 juta kilometer baca cara menghitung jarak bumi ke matahari. Dengan jarak seperti ini, adanya matahari sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi. Jaraknya tidak terlalu jauh serta tidak terlalu dekat, sehingga suhu di permukaan bumi ideal untuk adanya kehidupan bagi manusia. Seperti planet-planet lainnya, bumi melakukan dua gerakan, yaitu rotasi bumi dan revolusi bumi. Rotasi bumi yaitu gerakan bumi berputar pada sumbunya sendiri dari arah barat ke timur atau melawan arah gerakan jarum jam. Gerakan ini berlangsung secara periodik per putaran berlangsung selama 23 jam, 56 menit dan detik, atau yang kita kenal sebagai satu hari, dibulatkan menjadi 24 jam. Sedangkan revolusi bumi yaitu peredaran bumi mengelilingi pusat tata surya yaitu matahari baca akibat rotasi dan revolusi bulan. Gerakan ini berlangsung secara periodik di mana satu putaran membutuhkan waktu kala revolusi bumi sekitar 365,25 hari, atau yang kita kenal sebagai satu tahun banyak sekali pengaruh dan manfaat dari matahari terhadap bumi dan kehidupan di atasnya. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa pengaruh penting & utama posisi matahari terhadap bumi, terutama akibat adanya gerakan rotasi dan revolusi Adanya fenomena aphelion dan perihelionBentuk orbit bumi pada saat mengelilingi matahari tidak berbentuk bulat sempurna, melainkan berbentuk seperti elips atau lonjong. Hal ini menyebabkan jarak dari bumi ke matahari tidak selalu sama persis. Fenomina ini dikenal juga dengan istilah aphelion dan perihelion. Aphelion yaitu jarak terjauh bumi dari matahari, sedangkan perihelion yaitu jarak terjauh bumi dari matahari. Perbedaan jarak ini tidak terlalu besar, hanya sekitar tiga persen sehingga ukuran matahari yang nampak dari bumi relatif sama. Fenomena aphelion terjadi pada bulan Juni, sedangkan perihelion pada bulan Januari. 2. Terjadinya siang hari dan malam hariProses terjadinya siang dan malam merupakan fenomena yang disebabkan oleh gerakan rotasi bumi. Bumi berputar pada porosnya sendiri sambil mengelilingi matahari. Terkadang, ada bagian dari bumi yang menghadap matahari, sementara bagian sebaliknya menghadap berlawanan arah dengan matahari. Saat suatu bagian bumi menghadap matahari, maka daerah tersebut mengalami waktu siang. Waktu malam terjadi di bagian bumi yang membelakangi matahari. Suhu suatu daerah di malam hari cenderung lebih dingin daripada siang hari. Daerah tersebut juga menjadi gelap karena tidak mendapatkan penyinaran dari Adanya Perbedaan Waktu di Bagian Bumi yang BerbedaGerakan rotasi bumi juga dapat menyebabkan terjadinya perbedaan waktu di daerah yang berbeda di bumi. Pusat waktu terletak pada bujur nol derajat di bumi, yaitu kota Greenwich di Inggris. Setiap selisih lima belas derajat pada bumi akan menyebabkan perbedaan waktu satu jam. 4. Dibuatnya Kalender MasehiKalender masehi merupakan kalender yang dibuat berdasarkan gerakan revolusi bumi. Satu periode revolusi bumi yaitu berlangsung selama hari yang dibuat menjadi periode satu tahun masehi. Satu tahun masehi dibulatkan menjadi 365 hari. Setiap empat tahun, satu tahun masehi berlangsung selama 366 hari atau dikenal juga sebagai tahun Adanya Perbedaan lama siang hari dan malam hariAdanya revolusi bumi menyebabkan adanya perbedaan lama siang hari dan malam hari di bumi pada periode waktu tertentu. Pada periode antara 21 Maret-23 September Pada periode ini, kutub utara berada lebih dekat dengan matahari dibandingkan dengan kutub selatan bumi. Hal ini menyebabkan bumi bagian utara terpapar sinar matahari lebih lama dibandingkan dengan bumi bagian selatan. Pada periode ini, di bagian utara bumi memiliki siang hari yang lebih lama dibandingkan malam hari. Untuk bagian selatan bumi mengalami malam hari yang lebih lama dibandingkan siang periode antara 23 September – 21 Maret Pada periode ini, kutub selatan berada lebih dekat dengan matahari dibandingkan dengan kutub utara bumi. Hal ini menyebabkan bumi bagian selatan terpapar sinar matahari lebih lama dibandingkan dengan bumi bagian utara. Pada periode ini, di bagian selatan bumi memiliki siang hari yang lebih lama dibandingkan malam hari. Untuk bagian utara bumi mengalami malam hari yang lebih lama dibandingkan siang periode antara 21 Maret – 23 Desember Pada periode ini, jarak matahari di kutub utara dan kutub selatan sama. Hal ini karena posisi matahari tepat di atas daerah khatulistiwa. Akibatnya, di bagian bumi utara dan selatan menerima sinar matahari yang sama banyak. Selain itu, seluruh permukaan bumi juga mengalami waktu siang yang sama lamanya dengan waktu malam.\6. Adanya Perbedaan MusimPerbedaan musim juga merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh pengaruh posisi matahari terhadap bumi. Bumi bagian utara dan selatan memiliki musim yang berbeda karena perbedaan posisinya. Umumnya, musim di bagian bumi terdiri dari empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Berikut adalah periode terjadinya musim di bumiPeriode Perbedaan Musim Pada bumi bagian utaraMusim semi terjadi pada 21 Maret–21 JuniMusim panas terjadi pada 21 Juni–23 SeptemberMusim gugur terjadi pada 23 September–22 DesemberMusim dingin terjadi pada 22 Desember–21 MaretPeriode Perbedaan Musim Pada bumi bagian selatanMusim semi terjadi pada 23 September–22 DesemberMusim panas terjadi pada 22 Desember–21 MaretMusim gugur terjadi pada 21 Maret–22 JuniMusim dingin terjadi pada 21 Juni–23 SeptemberPada bumi bagian tengah atau di daerah khatulistiwa baca fungsi garis khatulistiwa, tidak adanya fenomena empat musim tersebut. Di daerah khatulistiwa biasanya hanya terdapat dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Hal ini disebabkan karena di daerah khatulistiwa menerima penyinaran matahari yang penuh sepanjang tahun. Sehingga, di daerah ini juga lama waktu siang dan malam cenderung sama untuk sepanjang tahun. Demikian penjelasan mengenai pengaruh penting & utama posisi matahari terhadap bumi. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah membaca.faktorfaktor yang memengaruhi banyaknya panas yang diterima oleh permukaan bumi adalah bentuk permukaan bumi yang bulat, luasnya daratan karena daratan yang lebih luas akan lebih sedikit menerima panas matahari dariapda luas daratan yang lebih sempit, lamanya penyinaran pun akan memengaruhi banyaknya panas yang diterima dan sudut datang sinar
2303.2019 Biologi Sekolah Menengah Pertama terjawab Tolong dijawab semua ya butuh banget 8. penyinaran matahari terhadap permukaan bumi tidak dipengaruhi oleh faktor. a. sudut datang sinar matahari terhadap permukaan bumi b. lamanya penyinaran matahari c. banyak sedikitnya uap air diudara d. jenis tanah dan batu-batuan
Intensitasradiasi matahari yang menyinari bumi juga mengalami pengurangan sehingga bukan merupakan radiasi langsung. Hal ini terpengaruh oleh adanya beberapa sebab, yaitu: Adanya proses pemantulan oleh lapisan atmosfer bumi Adanya penyerapan zat-zat di lapisan atmosfer, khususnya oleh gas O 3, H 2 O, O 2, dan CO 2 Perbedaansuhu disebabkan oleh banyak sedikitnya intensitas cahaya matahari yang jatuh ke permukaan bumi, dimana faktor-faktor yang mempengaruhinya tidak jauh beda dengan radiasi matahari, yaitu: Ketinggian tempat: suhu dipermukaan bumi dipengaruhi gradien temperatur vertikal yaitu setiap kenaikan 100m suhu akan turun 0,5 0 C. KetinggianBesarnyakecilnya sudut datang sinar matahari dipengaruhi oleh posisi bumi terhadap datangnya sinar dan keadaan topografi permukaan tanah, (3) Pengaruh atmosfer adalah sinar yang mencapai sinar sebagian akan diabsorbsi, dipantulkan kembali, dipancarkan, dan sisanya diteruskan ke permukaan bum i (Trenberth, 2002).Dengandemikian suhu 30°C tidak berarti 3 x 10°C, dan 10°C berarti skala derajat C ke sepuluh. Skala suhu yang biasa digunakan yaitu : 1.Skala Celsius, dengan titik es 0°C dan titik uap 100°C dan dibagi menjadi 100 bagian (skala). 2.Skala Fahreinheit, dengan titik es 32°F dan titik uap 212°F, dibagi menjadi 180 bagian (skala). .